Masalah Baru.

1116 Words

Sepeninggal Toni, Fatya pun langsung memeluk Kamelia sambil menangis. “Nak, relakan saja rumah kita. Ibu nggak apa-apa. Ibu nggak mau kamu kesusahan demi mencari uang itu, Nak!” ucapnya sambil membelai rambut putrinya itu dengan penuh kasih. Kamelia pun menangis lirih di balik punggung ibunya itu, namun cepat dia mengusap air matanya dan mengulas senyum lebar sebelum kemudian mengurai pelukan dan menatap Fatya. “Ibu nggak usah cemas, aku sudah mendapatkan pekerjaan yang layak dan gajinya juga lebih dari cukup untuk mengambil pinjaman. Aku pasti akan mendapat uang itu, Bu!” katanya sambil menggenggam tangan Fatya dengan erat. Fatya menangis meratapi nasib putrinya itu, yang harus menanggung beban sedemikian berat karena ketamakan orang lain. “Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD