Kepanikan Kamelia.

1109 Words

“Nggak, sih, cuma dari sepatunya saja aku bisa menebak jika si pria sudah berusia matang, dan si gadis itu masih muda sekali,” terangnya. Sarah tertawa sambil geleng-geleng kepala. “Astaga, bisa-bisanya!” gelaknya. Jerry mengerling ke arahnya. “Bagaimana jika seandainya itu adalah suami kamu?” ucapnya melempar sebuah pertanyaan. Sontak saja tawa Sarah berhenti. “Mana ada. Aksa termasuk orang yang dingin dan setia, family man. Aku ragu dia akan melakukan serong di belakangku!” dengusnya sangsi. Jerry tertawa mendengarnya. “Ya, siapa tahu. Dia itu masih bisa menarik perhatian kaum hawa, dan juga daun muda yang segar. Meski tanpa dibayar sekalipun, para gadis itu akan dengan sukarela masuk ke dalam pelukannya dan membuka pakaian untuk dia!” kekehnya. Mendadak saja wajah Sarah memerah men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD