Merayakan Kemenangan A'la Sarah.

1090 Words

“Lalu apa?” tukas Kamelia ketus. Aksa mengeratkan genggaman tangannya lalu mendekatkan wajahnya, menatap Kamelia dengan penuh kesungguhan. “Tinggallah bersama ibu untuk sementara, selama aku bekerja dan mengembalikan situasi kita seperti semula. Bersabarlah menunggu aku di sana, agar Ibu merasa tenang meski beliau mungkin berpikir jika kita memang sudah berakhir,” tutur Aksa. Kamelia termangu mendengarnya. “Maafkan aku, tapi untuk saat ini hanya itu jalan satu-satunya supaya ibu bisa diam dan merasa lega dengan kamu berada di dekatnya, Sayang!” lanjut Aksa membeberkan rencananya. Perlahan emosi Kamelia pun mereda, wajahnya berubah sendu dan menatap Aksa dengan sedih. “Kamu mau kerja di mana, Mas?” tanyanya dengan suara bergetar, merasa iba dan sedih melihat kondisi Aksa yang seolah j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD