Ara tentu saja ikut menikmati harta gono-gini Sarah, dia dengan riang belanja sepuas mungkin menghabiskan uang yang diberikan Sarah padanya. “Ara, sudah cukup. Memangnya kamu mau beli apa lagi?” tegur Hugo, dia terlihat lelah dengan kedua tangan penuh tas belanjaan milik Ara. Ara masih saja asik melihat-lihat etalase toko yang yang dilaluinya. “Sebentar, itu baru sedikit!” sahutnya tanpa menoleh. Hugo mendengus, dia justru merasa tidak tenang karena Aruna dititipkan di baby day care sejak mereka datang ke mall beberapa jam lalu. Semuanya demi memenuhi permintaan Ara yang ditemani untuk belanja, dan kini dia menyesal melakukannya. “Jangan rewel, Hugo. Kamu itu kayak nenek-nenek, banyak ngeluh!” cibir Ara sebelum akhirnya masuk ke sebuah toko tas mewah. Hugo menghela nafas dalam-dalam

