Tempat Tinggal Baru.

1109 Words

Malam itu Aksa menemani Kamelia di Rumah Sakit, sambil meyakinkannya untuk tidak merasa ragu untuk mempertahankan janin itu di rahimnya. “Aku janji akan bertanggung jawab dan menikahi kamu,” ucapnya seraya membelai rambut indah Kamelia yang saat ini terlihat sedikit kusut. “Tapi …. Kamelia tampak ragu melanjutkan kalimatnya. “Tapi apa? Heum?” sahut Aksa seraya mengotak-atik ponselnya sebentar lalu kembali memusatkan perhatian pada Kamelia. Kamelia menarik nafas berat lalu menatap Aksa dengan sendu. “Apa jadinya kalau Nyonya Sarah tahu tentang ini? Aku hanya akan jadi penghancur rumah tanggamu, Mas,” ungkapnya lirih. “Menurut hukum, laki-laki harus mendapatkan izin dari istri pertama untuk bisa menikah lagi,” tuturnya pelan. Aksa menghembuskan nafas panjang. “Menurutmu dia harus tahu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD