Aksa kembali ke rumah dan tiba menjelang siang, tapi ternyata Sarah tidak ada di rumah. Tapi bukannya marah, Aksa justru merasa lega dan senang karenanya. Dia sudah tak peduli lagi Sarah hendak pergi kemana, karena memang wanita itu sudah seringkali pergi tanpa pamit dan jarang melayaninya. “Tuan sudah pulang!” seru asisten rumah tangga mereka. Aksa mengangguk saja seraya membiarkan pelayan itu membantunya membawakan koper kecil yang dibawanya. “Nyonya tadi pergi pagi-pagi sekali, Tuan, katanya dia mau ke rumah Takizaki untuk menjenguk Nona Ara,” tutur pelayan itu tanpa diminta. “Ya, dia sudah memberitahuku!” ujar Aksa berbohong, masih menutupi sikap Sarah yang sebenarnya. Pelayan itu mengangguk sambil mengekori langkah Aksa menuju kamar. “Apa perlu saya siapkan makan siang, Tuan?”

