Beberapa saat kemudian, mereka sudah berada di dalam mobil. Kamelia dan Fatya duduk di belakang sementara Aksa mengemudi di depan. Bertiga mereka saling diam membisu dan terdiam dengan pikiran masing-masing. Sesekali Kamelia menoleh pada Fatya, yang mana ibunya itu hanya menatap ke luar jendela dengan pandangan mengambang. Aksa yang mengemudi di depan pun memperhatikan itu, dia paham jika mertuanya merasa tidak senang dengan situasi ini. Lalu, sebuah pikiran terbersit di dalam benaknya, hanya saja dia tak berani mengungkapkannya. “Sudah sampai!” ucap Aksa. Fatya terlihat terperanjat, tersadar dari lamunannya ketika Kamelia menyentuh tangannya. “Oh, i-iya, sudah sampai, ya!” ujarnya sedikit tergagap. Kamelia menghela nafas kemudian tersenyum sendu, dia mengangguk mengiyakan. Max munc

