Fatya baru saja hendak pergi ke pabrik untuk melihat produksi teh celupnya, ketika dia melihat ada sebuah mobil SUV datang menaiki jalan menuju ke arahnya. Dahinya berkerut dalam menebak-nebak siapa yang ada di dalam mobil tersebut, sampai kaca jendelanya turun dan Kamelia melongokkan kepalanya seraya tersenyum lebar. “Ibu!” sapanya. Fatya pun sontak terperangah senang melihat putrinya datang, serta merta dia berbalik mengejar mobil yang lalu berhenti di depan teras rumah mereka. “Kamelia!” serunya gembira. Aksa membantu Kamelia untuk turun, tersenyum ikut merasa senang melihat pertemuan ibu mertua dan istrinya itu. “Sayang, perut kamu sudah mulai buncit, gemas sekali!” ujar Fatya seraya menyentuh perut Kamelia dengan lembut. Kamelia tersenyum mengiyakan, dia lalu melirik pada Aksa

