Peluang Bisnis Baru.

1143 Words

Fatya mendengus pelan mendengar ucapan Kamelia. “Ibu hanya bicara fakta, ibu nggak mau kamu sakit hati dan berharap sia-sia sama Aksa, Lia!” tukasnya bersikeras. Kamelia menoleh, menatap Fatya dengan air mata berlinang. “Apa ibu lupa dengan apa yang dia lakukan untuk kita, aku dan ibu. Setidaknya ingatlah satu kebaikannya saja dan dukung dia, Bu, jangan malah mendorongnya dan memaksanya masuk ke jurang!” katanya dengan suara tertahan, tak ingin lepas kendali dan berteriak pada Fatya. Fatya terdiam mendengarnya, seolah keangkuhan dan sikap kasarnya beberapa saat lalu retak dan matanya pun berkaca-kaca. “Ibu lebih tahu bagaimana jahatnya laki-laki, Kamelia, mereka bisa berkata manis penuh tekad seolah hanya kita lah satu-satunya wanita yang dia cintai, tapi itu akan berubah ketika dia s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD