Kecelakaan.

1143 Words

Fatya masih tampak sibuk di pabrik, dia baru saja selesai melakukan pengecekan terakhir untuk kemasan teh celup yang akan mulai didistribusikan besok. Perlahan dia menyeka keringat yang muncul di keningnya, sambil menghela nafas panjang. “Setidaknya Kamelia nggak sendirian di rumah sekarang,” ucapnya. Fatya meminta Fani untuk menemani Kamelia sementara dia belum bisa pulang, padahal hari sudah mulai malam dan sebagian pekerja bahkan sudah pulang. “Bu, kok belum pulang?” tegur salah satu karyawannya. “Iya, sebentar lagi!” sahutnya, tersenyum membalas lambaian pamit karyawannya itu. Fatya menghembuskan nafas panjang, merasa lega melihat kemasan teh celup yang sudah jadi. Memorinya seolah diputar kembali pada keberadaan Arman yang selalu rajin dan giat melakukan pengecekan akhir produk m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD