Sudah Diatur.

1114 Words

Aksa mengerling. “Kalau yang kamu maksud adalah kamera pengawas, itu tidak ada di lift ini!” katanya tersenyum lebar. Kamelia mengerjap mendengarnya. “S-serius?!” tukasnya tak percaya, dia mendongak menebar pandangan ke seluruh penjuru atap lift. Entah apa Aksa berbohong atau bagaimana, bagi Kamelia itu sama saja. Karena tentunya dia kini tak punya hak untuk menolak semua keinginan Aksa. Maka, ketika Aksa mendekat padanya, gadis itu langsung memejamkan matanya rapat-rapat dengan ekspresi takut. “Kamelia?” Kamelia termangu, perlahan dia membuka matanya dan melihat Aksa yang tengah tersenyum memandangnya. “Eh? Nggak jadi? Dia nggak menciumku?!” tukas Kamelia dalam hati, entah apa dia harus atau kecewa. “Kamu kenapa?” tanya Aksa sambil menahan senyum. Kamelia jadi malu sendiri jadiny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD