Aksa sedang sibuk memeriksa pekerjaannya ketika mendengar pintunya diketuk. “Permisi, Pak!” Suara Kamelia. Aksa terlihat kaget dan panik sendiri jadinya, cepat-cepat dia membereskan mejanya dan memeriksa penampilannya, berdehem sebentar sebelum menjawab. “Ehem! Masuk saja!” sahutnya sambil oura-oura sibuk dengan pekerjaannya. Pintu terbuka, Kamelia muncul sambil mendekap map CV-nya. Aksa meliriknya sekilas tanpa mengangkat wajahnya, diam-diam tersenyum melihat gadis kesayangannya itu melangkah menghampiri mejanya. “Heum, Pak, Pak Aksa?” sapa Kamelia canggung. Aksa mengangkat wajahnya, langsung bertemu pandang dengan Kamelia yang berdiri di hadapannya.Gadis itu mengerjap gugup serta memilih mengalihkan pandangannya ke arah meja. “Jadi, apa yang harus saya lakukan? CV ini sudah ada d

