Kamelia bersikeras menemani Fatya di rumah sakit, tapi wanita itu sendiri memintanya untuk pulang saja. “Kamu nggak bisa di sini, Sayang, ingat kamu lagi hamil begitu!” ujar Fatya dengan tatapan lembut. Kamelia termangu sejenak, melihat sikap Fatya yang ternyata jauh dari dugaannya. “Ibu mau ditemanini sama Fani biar ada teman ngobrol, iya, ‘kan?!” tukasnya dengan nada marah. Kening Fatya berkerut mdenengarnya, apalagi melihat ekspresi Kamelia yang tiba-tiba marah begini. “Lia, Ibu hanya nggak mau kamu sakit. Dan, ya, saat ini cuma Fani yang bisa tinggal di sini menemani Ibu!” kata Fatya, heran dengan sikap Kamelia yang seolah tersinggung dengan permintaannya. Kamelia memang tersinggung, dia berikir jika Fatya bensr-benar marah dan tak mau dekat-dekat dengannya untuk saat ini. “B

