Beberapa saat kemudian, Aksa dan Kamelia sudah dalam perjalanan. Suasana jalanan siang itu terlihat ramai lancar. Aksa mengemudi dengan tenang, sesekali dia melirik pada Kamelia yang tertunduk saja di sampingnya, atau melemparkan pandangannya ke luar jendela. “Apa yang kamu pikirkan, Kamelia?” tanya Aksa memecah kesunyian. Kamelia pun menoleh padanya. Namun begitu pandangan mereka beradu, gadis itu cepat-cepat mengalihkan tatapannya ke arah lain dengan canggung. “Tidak ada, Pak,” jawabnya. Aksa tertawa kecil. “Jawaban ambigu sekaligus membingungkan. Kenapa perempuan selalu bersikap tidak jelas seperti ini?” tukasnya. Kamelia termangu mendengarnya. Memangnya apa yang bisa dia jawab, tidak mungkin jika dia menjawab secara jujur jika dia merasa gelisah dengan kebersamaan mereka saat ini.

