Kamelia melirik ke arah perginya Aksa tadi, akan sangat berbahaya jika mereka ketahuan bersama. Aksa pasti merasa kebingungan menghadapi Sarah dengan adanya dia disini. “Jangan sampai dia keluar sekarang!” gumamnya. Kamelia berniat untuk mengirim pesan pada Aksa tapi tangannya juga sedang memegang buku menu, jadilah dia juga bingung sendiri jadinya. “Nona, Anda sudah memutuskan mau pesan apa?” tanya pelayan. Kamelia kaget dibuatnya, lupa jika sejak tadi pelayan itu menunggunya. “Eh, s-saya masih menunggu teman saya yang tadi, M-Mas!” ujarnya tersenyum lebar. Pelayan itu tampak menghela nafas, jelas dia berusaha untuk tetap bersikap ramah dan full senyum meski hatinya menggerutu. “Baik, saya akan kembali nanti atau Nona bisa memanggil saya jika sudah valid!” katanya sambil mengangg

