Ara mengepalkan tangannya dengan geram, merasa tertohok dengan jawaban tajam dari Kamelia. Tapi raut wajah Kamelia sendiri terlihat tenang dan tersenyum padanya. “Mau aku ambilkan makanannya, Mas?” ucap Kamelia tersenyum manis pada Aksa, lalu membalik piring milik suaminya itu. Aksa terpana dan tak mampu berkata-kata, tapi dia lalu tersenyum bangga pada Kamelia yang sudah menemukan keberaniannya. Dia pun tak berhenti tersenyum memandangi Kamelia yang sibuk mengambilkan makanannya. Ara mendengus gusar, dia melempar sendoknya begitu saja ke atas piring sehingga menimbulkan bunyi denting yang cukup kencang. Dia lalu beranjak dari kursi begitu saja, membuat suara decit tajam kaki kursi yang bergeser menggores lantai. “Ara!” tegur Hugo geram dan malu melihat sikap kasar istrinya itu. Tapi

