Kamelia merasa penasaran pada anak jalanan itu, dia tidak akan tenang jika belum memastikan sesuatu. “Jika dia memang Ferdy ….” Kamelia tak bisa menahan tangis, antara sesak dan juga perasaan campur aduk memenuhi dadanya. Kamelia sempat melihat adanya tanda lahir di lengan anak itu, entah itu karena penyakit kulit karena dia memang kotor dan tak terawat, atau memang itu sesuai dugaannya. Tentunya hanya satu cara untuk memastikannya. “Di mana dia?” gumam Kamelia, dia pergi seorang diri menuju restoran cepat saji yang dikunjunginya tempo hari bersama Aksa dan Zafran. Mungkin karena ini masih siang, tak banyak anak jalanan dan pengemis yang beroperasi. Selain cuaca panas, mereka juga waspada pada petugas panti sosial dan satpol PP yang selalu mengejar dan melakukan razia. Kamelia masuk

