Sarah Belum Puas.

1093 Words

Malam itu berlalu dengan penuh desahan dan erangan nikmat, membuat malam terasa singkat dan begitu cepat merangkak berlalu pergi. Kamelia masih terlelap di dalam selimut hangatnya, ketika Aksa terjaga dan membuka mata. Dia tersenyum merasakan tangannya yang dipeluk erat Kamelia. “Aku terlalu memaksanya!” bisiknya tersenyum gemas, dibelainya pipi Kamelia yang semakin berisi dan menggemaskan. Aksa senang melihat Kamelia bisa melalui masa trimester pertama kehamilannya dengan kuat. Aksa bangun menyingkap selimutnya, tersenyum geli sendiri ketika sadar jika baik dia dan Kamelia rupanya hanya berbalut selimut sepanjang malam. Tak mau membangukan istrinya, Aksa bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap pergi bekerja. Tapi sebelum berangkat, dia membuatkan bubur ayam yang gurih dan lembut untuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD