Rumah megah itu masih terngiang-ngiang di kepala Sisi. "Bund, rumahnya gede banget, Bun!" serunya sambil mengayunkan kaki di bawah kursi, sendoknya berhenti mengaduk sereal. "Iya, kayak istana di film-film itu!" Juno menambahkan, matanya berbinar mengingat kolam renang yang luas. "Ola baik banget, Bun. Kita main bareng terus, dia jadi temen aku," cerita Sisi lagi, senyum lebar merekah. Rita yang sedang menyeduh kopi di meja dapur membeku sejenak. "Siapa Ola?" tanyanya, mencoba membuat suaranya terdengar datar. "Temen baru, dia masih TK kayak Juno," jelas Sisi. "Iya, dia baik, kasih aku es krim juga," sahut Juno. Rita mengangguk pelan, bibirnya mengerut. Dia tak perlu bertanya lebih lanjut, dia tahu persis siapa 'Ola' itu. Keponakan Calista. Percakapan sarapan itu berlanjut dengan ria

