125. Saya Supirnya

2107 Words

"Ly, suamimu sudah datang, tuh!" seru Vivi dari balik pintu yang terbuka, suaranya terdengar mendesak. Calista mengangkat kepala dari tumpukan pola kain dan catatan yang berserakan di mejanya. Matanya menuju jam digital di sudut meja, angka merahnya menunjukkan pukul empat lewat lima belas. "Astaga! Sudah jam segini?" gumamnya, merasa waktu berlalu tanpa dia sadari. "Saking sibuknya, kamu sampai lupa waktu ya," canda Vivi sambil melirik ke arah koridor. Pintu ruangan bergeser lebih lebar, dan sosok Bima muncul membawa udara berbeda ke dalam ruang yang penuh kain dan kertas. "Hai," sapanya, suaranya rendah dan familiar, memotong kesibukan itu. "Aku keluar, biar kalian berdua," ucap Vivi dengan senyum kecil sebelum menyelinap pergi, meninggalkan mereka berdua. Bima menutup pintu perlaha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD