173. Mendekatinya

1484 Words

Pagi menjelang siang, ruang inap Calista berubah menjadi ramai oleh kehadiran orang-orang tercinta. Cahaya matahari masuk melalui jendela, menciptakan garis-garis keemasan di lantai. Udara dingin rumah sakit terasa hangat oleh tawa dan obrolan. Ardha duduk di kursi roda yang diposisikan dekat ranjang. Matanya yang tua berbinar-binar menatap cicitnya yang baru lahir. Di sebelahnya, Citra sibuk mengatur balon-balon berbentuk bintang dan hati yang berwarna-warni, mengikatnya di sudut ruangan. Zoya duduk di sofa, tas kado besar di sampingnya. Citra mengangkat bayi itu dengan hati-hati dari gendongan Calista, lalu berjalan mendekati Ardha. "Cicit laki-laki pertama Papa," ucapnya lembut, meletakkan bayi mungil itu di pelukan Ardha. Ardha menunduk. Wajahnya yang keriput bersinar, matanya berka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD