102. CALISTA!

1326 Words

Bima memarkir mobil di depan warung makan Padang sederhana yang lapaknya terbuka. Aroma rempah khas rendang dan sambal langsung menyergap mereka begitu pintu mobil terbuka. Mereka berdua melangkah masuk, menuju etalase kaca tempat berbagai lauk tersusun rapi dalam wajan-wajan besar. "Kamu mau apa?" tanya Bima sambil menunjuk deretan lauk, matanya beralih ke Calista yang berdiri di sampingnya. Calista tidak segera menjawab. Tatapannya menyapu piring-piring berisi gulai, ayam pop, dan dendeng balado, namun matanya tidak berbinar seperti biasanya. Bibirnya sedikit mengerut. Kepalanya menggelam pelan. "Enggak mau," bisiknya lirih. "Enggak mau sama sekali?" tanya Bima, suaranya lembut. "Kamu pesan aja untuk kamu sama yang lain. Aku ... nanti pesen sendiri kalau sudah lapar." Bima memandan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD