130. Penuh Rahasia

1382 Words

Calista berdiri di depan ranjang konsentrasinya tertumpu pada dua set pakaian yang terbentang di atas ranjang. Jarinya yang halus menyentuh kain kemeja batik hitam yang lembut, lalu beralih ke kaus katun putih yang sederhana. Dia memilihkan yang terbaik untuk acara penting suaminya. Saat pintu kamar mandi berderit terbuka, Bima muncul dengan tubuh masih beruap hangat, handuk katun tebal melilit erat di pinggangnya, menyerap tetesan air yang jatuh dari ujung rambutnya yang basah. "Sudah siap, Sayang?" tanyanya, suara serak oleh uap air. "Kamu cuma bawa dua setel, kan?" Calista menoleh, tubuhnya kini duduk di tepi tempat tidur, tangan masih membelai lipatan celana kain yang rapi. Dari balik pintu walk-in closet, suara Bima terdengar, "Iya. Dua saja. Jangan terlalu banyak." Tak lama, Bima

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD