Bima mencengkeram stir dengan kedua tangan, konsentrasinya tertancap pada jalan tol yang membentang lurus di depan. Pemandangan hijau dan biru di luar melintas cepat seperti gulungan film. Di sebelahnya, Juned bertugas sebagai navigator sekaligus pengawas lalu lintas, matanya aktif memindai kaca spion dan jalan di depan. "Ambil lajur kiri, Bim. Aman," ujar Juned, suaranya tenang namun waspada. Bima dengan mulus menggeser mobil SUV besar itu ke lajur kiri, tanpa mempercepat atau memperlambat. Keheningan di dalam mobil terasa nyaman, hanya diisi desiran AC dan suara mesin yang halus. Namun, Juned memecahnya. "Tadi ... Citra ngomong apa sama lu?" tanyanya, tanpa menoleh, masih memantau jalan. Bima diam sejenak. Matanya tetap lurus ke depan, namun garis di sekitar mulutnya mengeras sedikit

