Nathan membuka pintu ruangannya setelah selesai briefing. Dia melangkah masuk, matanya langsung menyapu ruangan. Kosong. Tidak ada Indri di sofa, tidak di dekat jendela, tidak di mana pun. Dia berjalan cepat ke meja kerjanya. Laptop masih terbuka, layar menyala, dan di sana, video itu. Adegan vulgar bersama Natasha. Jantungnya seperti berhenti. "Mampus!" Nathan menggeram, tangannya mengacak rambut. Dia segera berbalik dan berlari keluar ruangan, menuruni tangga dengan langkah besar. Di bar, Aldy sedang menyusun botol. Nathan menghampirinya, napasnya masih memburu. "Dy, lo lihat cewek gue enggak?" Aldy menoleh, sedikit terkejut melihat ekspresi bosnya. "Oh, tadi keluar, Pak." "Keluar?" Suara Nathan meninggi. "Iya. Belum lama, deh." Aldy menunjuk ke arah pintu. Nathan tidak menunggu l

