Malam di lounge bar milik Nathan mulai ramai. Lampu-lampu temaram menciptakan suasana intim, suara denting gelas dan alunan jazz mengalun lembut dari pengeras suara. Di sudut ruangan, di meja VIP yang sedikit terpisah dari keramaian, Nathan duduk bersama Reynard. Dua sahabat yang sudah seperti saudara. Reynard menyesap whiskey-nya, lalu tertawa lepas. Gelas di tangannya bergoyang, cairan keemasan itu nyaris tumpah. "Akhirnya ada yang berhasil ngalahin playboy juga." Tawanya menggema, menarik perhatian beberapa pelayan yang hanya tersenyum lalu kembali sibuk. Nathan hanya tersenyum tipis. Dia memutar-mutar gelasnya, menatap cairan di dalamnya. Pikirannya melayang, pada Indri, pada satu bulan ke depan, pada janji yang sudah dia buat pada Bima. Dia sendiri masih belum percaya akan melepas m

