132. Pertemuan Kedua

2028 Words

Natasha terdiam sejenak, senyumannya yang tadi percaya diri sedikit beku di sudut bibir. Dia sama sekali tidak menyangka Calista akan mengakui dengan begitu gamblang, tanpa beban, seolah mengguyurnya dengan air dingin. Dia telah menyiapkan senjata untuk menghadapi sangkalan atau kemarahan, bukan pengakuan yang dingin ini. "Aku pikir kamu akan membantah," ucap Natasha akhirnya, suaranya terdengar sedikit kehilangan momentum, meski senyum tipis itu masih dipaksakan. "Membantah untuk apa?" Calista meneguk air mineralnya, matanya tak lepas dari Natasha yang menatap penuh ejekan ke arahnya. "Ketika gosip sudah lebih dulu membakar langit, kebenaran hanya jadi asap yang tak terlihat." "Berarti kamu punya alasan untuk ... tindakanmu itu?" Natasha mencoba lagi, mencengkeram tepi meja dengan ujun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD