142. Permintaan Sisi

1524 Words

Sore telah berganti senja ketika mobil yang dikendarai Bima berhenti di depan rumah Rita. Lampu teras sudah menyala, memancarkan cahaya kuning hangat yang kontras dengan langit yang mulai gelap. Bima turun, membuka pintu belakang untuk Sisi. Gadis kecil itu melompat turun dengan lincah, tas kecil di punggungnya. Bima mengambil kantong belanjaan berisi camilan untuk Juno dari jok belakang. Sisi berdiri di samping ayahnya, lalu untuk pertama kalinya hari itu dia menoleh ke arah jendela mobil yang setengah terbuka. Di dalam, Calista menatapnya dengan senyum. Bukan senyum memaksa, tapi senyum tulus yang sedikit cemas. "Sampai jumpa, Sisi," ucap Calista pelan. Sisi tidak menjawab. Tapi sudut bibirnya terangkat. Sangat tipis. Hampir tidak terlihat. Lalu dia berbalik, menggandeng tangan ayahn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD