Mata Calista membelalak saat menatap layar ponselnya. Pesan dari Indri terpampang singkat namun meledak-ledak, [Abang dan Om Juned bertengkar!] Waktu kirim, lima menit yang lalu. Jantungnya berdebar tak karuan. Dia baru saja menginjakkan kaki di butiknya, udara sejuk AC belum sempat menenangkan pikiran sepulang dari kediaman kakeknya. Ini mustahil. Bima dan Juned? Mereka seperti kakak beradik. Bima selalu memandang Juned dengan rasa hormat yang dalam, tak mungkin dia melawan. Kecuali ada sesuatu yang sangat salah. Jarinya gemetar Calista langsung menekan ikon telepon di samping nama Indri. Mengetik balasan pesan dirasa terlalu lambat, dia butuh penjelasan langsung. "Hal—halo?" Suara Indri terdengar di seberang, agak berdesis dan tegang. "Apa yang sebenarnya terjadi, Indri? Kenapa me

