Mobil Calista melaju pelan meninggalkan kawasan sekolah. Di kursi penumpang depan, Sisi duduk dengan sabuk pengaman terpasang, tas ransel merah mudanya tergeletak di bawah kakinya. Sepanjang perjalanan, gadis kecil itu beberapa kali menoleh ke arah Calista. Matanya yang bulat dan hitam itu seperti menyimpan sesuatu. Calista merasakannya. Dia menoleh sekilas, tersenyum. "Ada apa, Sisi?" Sisi memainkan ujung tasnya, ragu. "Tante ...." "Ya, Sayang?" "Aku mau ketemu Juno." Suaranya kecil, tapi jelas. "Mau anterin aku ke rumah Bunda, enggak?" Calista menahan napas. Tangannya yang di stir sedikit mengencang. Ke rumah Rita. Wanita yang suaminya dia rebut. Dadanya berdesir, bukan takut, tapi ada getir yang sulit dijelaskan. Sisi mengangkat mainan kecil di tangannya, sebuah mobil-mobilan mera

