Bima mematikan mesin mobil di pelataran rumah Ardha Tedjakusuma yang luas. Dia membuka pintu untuk Calista, lalu melangkah bersama menuju teras rumah megah itu. Kaki mereka berderap di atas lantai teras yang halus. Calista ingin menemui kakeknya, dan Bima, dengan rasa ingin tahu dan sedikit was-was ingin memastikan keadaan pria tua itu setelah transfer uang yang tak biasa kemarin. Mereka baru saja mencapai teras dekat pintu ketika derum mobil lain memecah keheningan. Dari gerbang, sebuah sedan hitam meluncur masuk ke carport dengan agak cepat. Calista membeku, matanya mengenali mobil itu. Bima di sampingnya hanya diam, mengamati. Pintu mobil terbuka. Citra melangkah keluar, wajahnya kaku seperti topeng. Dia membanting pintu mobilnya dengan suara keras yang menggema di udara tenang, memb

