146. Luapan Emosi

1438 Words

Calista berdiri di ambang pintu kamar yang semalam masih kosong, kini sudah berubah total. Matanya menyapu setiap sudut dengan perasaan campur aduk, antara bangga dan harap-harap cemas. Wallpaper Barbie yang secara mendadak dipilihnya kini terpasang rapi di dinding, pink cerah dengan motif putri-putri Disney dan kastil-kastil kecil. Ranjang susun berwarna putih bersih berdiri di pojok, lengkap dengan sprei motif peri dan tumpukan bantal lucu berbentuk bintang. Di atas meja belajar kecil, Calita meletakkan boneka beruang berpita yang sengaja dia beli dadakan tadi. Dia tersenyum. Hasilnya cukup bagus untuk renovasi mendadak. Jam tangannya menunjukkan pukul tiga sore. Bima baru saja mengabari bahwa dia sudah selesai storing dan akan langsung menjemput Sisi. Calista punya waktu sekitar sat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD