Pagi itu, meja makan dipenuhi aroma roti panggang yang baru keluar dari oven, bercampur dengan wangi kopi yang mengepul dari cangkir Damian. Cahaya matahari masuk lewat jendela besar, membuat garis-garis keemasan di taplak putih. Semua orang sudah duduk di posisi masing-masing, Damian di ujung, Aidan dan Audrey di sisi kanan, Abby dan Suri di sisi kiri. Suara sendok dan piring beradu pelan, sesekali diselingi tawa kecil Suri yang masih asyik memisahkan kuning telur dari putihnya. "Abby, nanti kita jemput Audrey lagi kan?" tanya Suri tiba-tiba, matanya berbinar penuh harap. Abby tersenyum, belum sempat menjawab, Audrey sudah memotong cepat. "Jangan sekarang." Abby dan Damian serempak menatapnya. Damian meletakkan sendok, menatap putri sulungnya lekat. "Kenapa, Nak? Kamu keberatan kalau A

