"Aku tidak akan memberi balasan," kata Abby. Suaranya pelan, tidak marah, tapi tegas. Anak itu menggeleng cepat. "Saya tidak minta balasan, Tante." Suaranya kecil, agak serak. "Tadi kata wanita itu, Tante bakal kasih saya uang." Abby menatapnya. Di matanya, ia melihat sesuatu yang sudah lama tidak ia lihat, atau mungkin sengaja ia lupakan. Keadaan yang memaksa orang untuk melakukan apa pun, menerima apa pun, hanya untuk bertahan. Ia menghela napas panjang, lalu membuka tas selempangnya. Jemari mencari dompet, membuka, mengambil selembar uang. Bukan nominal besar, cukup untuk makan hari ini, cukup untuk membuat anak itu tidak pulang dengan tangan kosong. Ia ulurkan. Anak itu menerimanya dengan kedua tangan, memasukkan ke saku celana yang sudah sobek. Tidak ada terima kasih, tidak ada se

