"Siapa yang cemas nungguin?" Suara Audrey datar, tapi ada nada penasaran di sana. "Abby!" seru Suri, masih memeluk kaki Audrey. "Abby tanyain kamu terus dari tadi." Audrey menunduk menatap adik bungsunya, lalu kembali menatap Abby. Wanita itu masih duduk di sofa, tangan di pangkuan, tidak memelototi, tidak mengomel karena Suri mengadu. Hanya ada. Menunggu dengan tenang. Di dadanya, ada sesuatu yang hangat menyebar di sana. Hangat yang tidak ia undang, tapi tidak bisa ia tolak. Sebuah perhatian kecil. Namun baginya itu sangat menyentuh. "Maaf, tadi ..." Audrey menghela napas, jemarinya memainkan rambut Suri. "Habis ketemu Tante Sandra, setelah itu ..." Ia tidak melanjutkan. Abby tersenyum. Senyum yang tidak memaksa, tidak menghakimi. "Sebaiknya kamu mandi dulu, Audrey." Suaranya lembut.

