KALI KETIGA

2179 Words

“Berat badan aku belum naik malah, Kak. Balik kayak before pregnant aja belum.” “Tapi perkembangan janin normal kan?” “Alhamdulillah, Kak.” “Badan kamu berarti yang habis.” Helia mengangguk. “Iya. Dokter Kane juga bilangnya janin bisa ambil nutrisi dari cadangan makanan ibunya. Aku yang harus jaga asupan atau bisa jatuh ke malnutrisi.” Arani menghela napas pelan. “Duh, Ya... kok kita jadi bertolak-belakang banget ya. Kakak malah kemarin diomelin Dokter, berat badan naiknya kebanyakan. Harus atur makan, ngga boleh semaunya, biar ngga pre-eklamsia. Lah kamu malah makan aja susah.” Helia terkekeh. “Harusnya ditambah terus bagi dua, ya Kak?” “Iya,” sahut Arani, juga sambil tergelak. “Sekarang ada yang dirasa ngga enak, Ya?” “Kalau badan masih ngga enak, Kak. Ngga dipegang aja sebadan r

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD