Bab 20.

1891 Words

Tifa POV Kuhembus pelan napasku. Pria itu akhirnya pergi setelah membanting ponselku. Sialan memang. Dia tidak tahan melihat perlakuan romantis dan intim Arda padaku. “Astaga.” “Bu Bos? Are you okay?” Aku menoleh. Kedua pegawaiku berdiri di depan pintu. Keduanya menatapku cemas. Kuatur tarikan dan hembusan napas pelan. Aku masih berusaha untuk menenangkan gejolak di dalam d*da. Meskipun berhasil terlihat tenang di depan pria sialan itu, tapi, sebenarnya ada perasaan takut. Yang aku dengar dari berita-berita, orang-orang seperti itu bisa berbuat super kejam saat cemburu. Beruntung dia hanya merampas ponselku lalu membanting benda tak bersalah itu. “Bu Bos?” “Oh … nggak apa-apa, kok.” Kucoba untuk tersenyum. Mengingat ponselku, aku membungkuk. Kuambil benda penghubungku itu. Layarnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD