Siang turun lembut di balik tirai. Udara rumah terasa bersih setelah hujan tipis. Vanila duduk di kursi dekat jendela, menyesap teh hangat, lalu menepuk pelan perutnya yang bergerak halus. Adrian datang dari dapur membawa sepiring buah segar, menaruhnya di meja, kemudian duduk di sebelahnya. “Kamu kelihatan segar,” ucap Adrian, nada suaranya tenang. “Lumayan,” jawab Vanila sambil tersenyum. “Si kecil anteng dari tadi, nyaman banget rasanya.” Adrian menyodorkan potongan pir. “Coba ini, manisnya pas.” “Enak,” kata Vanila. “Kamu kapan pun selalu pas.” Ia membuka ponsel, membaca pesan singkat, lalu menoleh. “Mama tadi ngingetin hadiah-hadiah di nursery. Katanya kalau lagi bosan, coba dibuka biar hatiku senang.” Adrian mengangguk. “Kalau mau, kita ke sana sekarang. Kita tidak sedang packi

