Ruang jamuan tidak besar, tetapi ditata hangat. Meja panjang berisi minuman ringan dan kue kecil, bunga putih di vas kaca, musik jazz lembut mengisi sudut. Vanila duduk di sisi ruangan yang tenang bersama Adrian dan Berliana. Maya berdiri tak jauh, sesekali mengecek pesan panitia. “Kalau mulai pegal, bilang,” ucap Adrian pelan. “Aku nyaman,” jawab Vanila, meneguk air. “Rasanya masih mengapung.” Dekan mendekat dengan senyum ramah. “Sekali lagi selamat,” ucapnya. “Tulisanmu rapi, argumennya bersih.” “Terima kasih, Pak,” sahut Vanila. Dekan menatap sekilas perut Vanila, lalu kembali ke mata. “Setelah melahirkan dan masa pemulihan selesai, kami ingin menawarkan opsi asistensi riset paruh waktu,” ucapnya tenang. “Fleksibel, bisa dari rumah. Topiknya sejalan dengan metodologi yang kamu kuas

