Lingerie Untuk Dilepaskan

1401 Words

Vanila terdiam. Jantungnya berdetak kencang. Ia menunduk, tidak berani menatap mata Adrian. Adrian mengangkat wajah Vanila dengan satu tangan. “Lihat aku.” Vanila menggeleng pelan. “Kalau aku memejamkan mata, aku takut wajahnya muncul lagi.” Suaranya rendah dan kaku. “Aku tidak mau itu terjadi saat aku bersama kamu.” “Kalau begitu, jangan pejamkan mata,” jawab Adrian tenang. “Lihat aku. Selama kamu melihat aku, dia tidak akan pernah muncul.” Vanila menarik napas dalam. Bahunya masih tegang. Adrian mengusap rambutnya pelan, menatap lurus ke arahnya. “Kamu boleh takut, tapi jangan biarkan takut itu mengambil semua milikmu. Cium aku sekarang. Fokus pada wajahku. Ingat mataku. Ingat bahwa aku ada di sini.” Vanila memandangnya. Tatapan Adrian tajam, tapi tidak mengancam. Ada rasa aman yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD