Hari itu, udara pagi yang sejuk menyambut kepulangan Vanila ke rumah setelah tiga hari dirawat di rumah sakit. Berliana, ibunya yang penuh perhatian, duduk di samping Vanila di kursi belakang mobil, sementara Adrian memegang kemudi dengan wajah serius tapi penuh kasih sayang. Suasana dalam mobil terasa hening, sesekali hanya terdengar napas Vanila yang masih lemah dan suara mesin mobil yang stabil. Selama tiga hari di rumah sakit, Vanila menjalani berbagai pemeriksaan menyeluruh. Dokter tidak hanya fokus pada kesehatannya secara fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikisnya yang tengah rapuh akibat trauma berat yang baru saja dialaminya — penyekapan dan pelecehan yang membuatnya terpuruk. Meski begitu, hasil pemeriksaan membuahkan kabar yang melegakan. Kondisinya cukup stabil. Ia han

