Sesampainya di ruang gawat darurat rumah sakit, Adrian segera mengangkat Vanila dari mobil, melangkah cepat menuju pintu masuk. Para perawat langsung sigap membantu membawanya masuk ke ruang perawatan. Dengan wajah tegang, Adrian mengikuti langkah mereka, tak henti-hentinya berbisik, “Tahan, Sayang, aku di sini.” Lampu-lampu putih menyinari lorong, langkah cepat Adrian menggaung di koridor. Ia menekan tombol panggil dan suster pun datang berlari. “Sir, please come this way quickly!” suster itu mengajak dengan suara tegas tapi penuh empati. Adrian mengangguk, langkahnya tak terhenti hingga masuk ke ruang pemeriksaan. Vanila masih tidak sadarkan diri, tubuhnya lemas dalam pelukan Adrian. Dokter segera mengambil alih, mulai memeriksa tekanan darah, denyut jantung, dan refleksnya dengan sig

