Selamat Malam Milikku

1186 Words

Uap hangat masih melayang tipis di atas permukaan air. Vanila bersandar pada d**a Adrian. Detak jantungnya belum juga tenang. Adrian menatap wajahnya dari jarak dekat, napasnya teratur, namun tatapannya gelap dan menuntut. “Kamu masih gemetar,” ucap Adrian pelan. “Airnya membuatku rileks, kamu yang membuatku gemetar,” jawab Vanila, suaranya serak manja. Adrian mengangkat dagu Vanila dengan jemarinya. “Pandang aku.” Vanila menuruti. Bibirnya terbuka tipis. Ciuman Adrian datang lagi. Lebih dalam, lebih mengikat. Vanila mengeluarkan desahan lembut. Tangannya meraba bahu Adrian yang licin oleh air. Ia menempel lebih rapat, seperti mencari tempat paling aman di dalam pelukan itu. “Beri tahu kalau terlalu panas,” ujar Adrian, telapak tangannya tetap melindungi perut Vanila. “Tidak. Ini pas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD