Pagi itu udara terasa jernih. Langit biru belum sepenuhnya terang, namun matahari sudah mengangkat bayangan pepohonan dari halaman rumah. Adrian berdiri di teras, mengenakan kemeja yang disetrika rapi dan jam tangan yang selalu tampak tenang di pergelangan. Mobil sudah menunggu di depan, mesin menyala halus. Vanila muncul dari dalam rumah sambil memegang map transparan. Rambutnya dikuncir rendah. Wajahnya segar. Ia tersenyum kecil saat mendapati Adrian menunggu. “Siap ke kampus?” tanya Adrian. “Siap,” jawab Vanila. “Terima kasih sudah mengantar.” Adrian membuka pintu mobil untuknya. Vanila masuk. Adrian memutar mengitari kap mobil lalu duduk di kursi pengemudi. Sabuk pengaman terpasang. Musik radio pelan mengisi kabin. Adrian menurunkan volume sampai hampir tidak terdengar. “Jadwalmu

