Dreet..dreet..dreet. Tidur nyaman Keysha terusik. Sejak tadi ada saja yang bikin dia harus buka mata. Akan tetapi karena rasa berat yang lebih dominan, Keysha enggan membuka mata. Jika tadi alarm, kini panggilan yang masuk. Keysha meraba lantai berbulu yang ada di bawah kasurnya. Setelah menemukan benda pipih yang berdering Keysha langsung mengangkat tanpa melihat nama. ‘Kamu mau bareng saya ngga?’ “Ke mana?” ‘Ya kampus, masa ke taman safari?’ “Ya.” ‘Ya apa? Mau ngga?’ “Huum” ‘Oke, saya otw ke kost kamu.’ “Ya.” Tut! Tangan Keysha kembali terkulai, ponsel yang tadi di telinga jatuh ke sisi sebelah kanan. Dia benar-benar menjawab seada dan seperlunya. Bahkan mungkin dia tidak sadar dengan apa yang baru diucapkan. Karena masih super mengantuk, Keysha kembali kea lam mimpi. Wajar ka

