“Kamu mau ke mana?” Keysha tidak menjawab, dia memilih diam. Karena tidak mendapat jawaban, Aksa menghentikan langkahnya. Pria itu menatap lekat gadis di depannya. Kedatangannya di tengah-tengah Keysha dan Alvaro memang murni tidak sengaja. Awalnya Aksa tidak mau ikut campur, tetapi melihat Keysha tidak nyaman, maka dari itu dia mengambil tindakan. “Mau ke kantin?” tanya Aksa lagi. Kali ini suara pria itu sedikit lembut. “Engga, Pak. Saya mau ke taman ketemu sama Nana,” jawab Keysha tanpa berani menatap mata pria dihadapannya. Aksa memang tidak marah, tapi entah kenapa nyali Keysha sedikit menciut. Terdengar helaan napas dari Aksa. Dia melepaskan cekalannya pada pergelangan tangan Keysha. “Yaudah kalau gitu. Key, kalau emang kamu ngga nyaman bicara sama orang, kamunya harus tegas. Saya

