Mengenang Masa Lalu

1485 Words

Indira benar-benar kedatangan tamu tepat jam sepuluh malam. Ihsan datang tidak sendiri namun membawa serta Putrinya. “Kamu cantik sekali, Sayang.” “Tante juga makin cantik. Kenapa nggak kelihatan tua sih?!” Indira kembali memeluk Titan karena gemas dengan kepolosan putri dari pengacara kondang Ihsan Dirgantara. “Titan semester berapa?” “Enam, Tan. Bentar lagi lulus.” “Jadi pengacara sama kayak Papa?” Titan menggelengkan kepala. “Aku ambil jurusan Ekonomi Bisnis harusnya sih jadi pegawai kantoran tapi Titan maunya jadi Ibu Rumah tangga saja.” “Lucu banget sih kamu, Nak. Pengen Tante bawa ke Bali.” “Boleh, Tan. Ajakin aku jalan-jalan keliling Bali sekalian berjemur pakai bikini.” “Memangnya boleh sama Papa?” Indira membelai lembut kepala Titan. “Katanya kamu lagi magang? Berarti tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD