Malam Yang Sangat Panas

701 Words

Suara debur ombak di kejauhan menyatu dengan desir napas mereka. Baby berdiri di hadapan Reigan hanya dengan gaun tipis berwarna biru langit yang menggantung manis di tubuhnya. Cahaya lilin menari di kulitnya, menonjolkan setiap lekuk tubuh yang menggoda. Mata Reigan menggelap, tatapannya menelusuri dari mata Baby, turun perlahan ke garis bahu yang terbuka... hingga d**a yang bergerak naik-turun karena napas yang mulai tak teratur. “Kamu tahu,” gumam Reigan, mendekat perlahan, “aku bisa kehilangan akal hanya dengan melihat kamu seperti ini.” Baby tersenyum tipis, menahan gugup yang mulai menggigit di balik gairah yang membakar. “Kalau gitu... jangan lihat terlalu lama.” Tapi Reigan tak hanya melihat. Ia menyentuh. Menyentuh dengan seluruh hasrat yang ditahan selama ini. Tangannya meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD