Apakah Mimpi Bisa Sepanas itu?

1261 Words

Sinar bulan masih menggantung di langit ketika Baby mengangguk dan menjawab, “Aku mau jadi milikmu.” Dan setelah kata-kata itu terucap, dunia seolah runtuh dalam perlahan. Baby menatap cincin di jari manisnya. Bibirnya tersenyum bahagia, tapi tubuhnya mulai limbung. Tatapannya kabur, suara ombak terdengar jauh... terlalu jauh. Reigan sempat menangkap tubuhnya yang nyaris jatuh. "Baby?" Reigan memanggil panik. Tapi Baby tak menjawab. Kelopak matanya tertutup pelan, tubuhnya melemas dalam pelukan Reigan. "Baby! Baby—hei!" Reigan mengangkat tubuh tunangannya yang kini tak sadarkan diri. Ia menggenggam erat sambil menahan panik yang mulai menyeruak dari dalam dadanya. "Mark! Siapkan speedboat. Cepat!" teriaknya. “Kita ke rumah sakit. Sekarang juga!” --- Beberapa jam kemudian – di rumah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD