Lamaran Di Atas Kapal

1074 Words

"Reiiigaaaan..." suara Baby memanggil dari balik pintu kamar, manja, menggoda. Reigan memutar kursi. “Iya, Sayang?” Pintu terbuka. Baby berdiri di sana, masih mengenakan kemeja putihnya, tapi kali ini tanpa kancing yang dirapatkan sepenuhnya. Beberapa kancing atas terbuka, menampilkan sedikit lekuk dadanya yang kenyal dan menggiurkan. “Aku lapar...” katanya, menyeret langkah masuk seperti kucing yang baru bangun tidur. “Lapar apa?” Reigan menahan senyum, mengawasi setiap gerakan Baby dengan sorot mata seperti pemangsa. Baby memanjat pangkuannya lagi tanpa basa-basi. “Lapar kamu.” “Baby...” Reigan mengusap pinggangnya, mengelus pelan paha mulus yang melingkar di kakinya. “Kalau kamu terus goda aku kayak gini, bisa-bisa aku...” “Bisa-bisa kamu lupa kerja?” Baby mencondongkan wajah, bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD